Monday, May 4, 2009
Sedang berlangsung pelajaran Bahasa Indonesia. Masing-masing dari kami diberi tugas membuat pendahuluan sebuah karya ilmiah, hanya pendahuluannya saja.
Gue asik berfikir tentang judul apa yang cocok untuk pendahuluan karya ilmiah ini.
Monang, temen sekelas gue yang lebih persis celengan babi, lewat.
Tantya: Nang, ngedoy yuk?
AMIT-AMIT! BUKAN GITU!
Tantya: Nah, obesitas pada remaja! Gue ngeliat Monang jadi pengen nulis tentang obesitas!
Gamal: Nah, obesitas! Gue deket lo jadi pengen ngomong obesitas..
Terkadang, bohong lebih baik daripada menyakitkan.
Gue asik berfikir tentang judul apa yang cocok untuk pendahuluan karya ilmiah ini.
Monang, temen sekelas gue yang lebih persis celengan babi, lewat.
Tantya: Nang, ngedoy yuk?
AMIT-AMIT! BUKAN GITU!
Tantya: Nah, obesitas pada remaja! Gue ngeliat Monang jadi pengen nulis tentang obesitas!
Gamal: Nah, obesitas! Gue deket lo jadi pengen ngomong obesitas..
Terkadang, bohong lebih baik daripada menyakitkan.
Friday, May 1, 2009
Ketika kehujanan semua menjadi basah.
Sebatang Filter menjadi Djarum Black.
Ngerti gak?
Ceritanya begini. Disuatu sore menjelang malam, saya kelaparan. Makan apa ya? Akhirnya nasi goreng. Saya dan partner saya yang sedang duduk di taman akhirnya pergi mencari tukang nasi goreng. Sesampainya ditukang nasi goreng partner saya bertanya,
"Rokok mana?"
"Enggak tau"
Setelah sibuk mencari rokok yang hilang, akhrinya terungkap bahwa rokok ketinggalan di taman. Partner saya terpaksa membeli rokok lagi.
Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk pulang (kerumah saya). Tapi cuaca agak gerimis. Ah, rumah deket ini, sikat!
Diperjalanan.
Kok deres ya?
Kami yang dimotor kalang kabut.
Partner saya menepikan motor dpinggir jalan yang sama sekali tidak terlihat seperti tempat berteduh.
Saya yang sedang dibonceng mengoyak-oyak badannya, panik,
"Woy, jalan!"
"Bentar, ini kemana?"
"Neduh, neduh"
"Dimana?"
"Taman!"
Kami berteduh di taman.
Dan setelah kami sadari.
Ini hujan badai.
Partner saya mengeluarkan rokok (yang dibeli lagi tadi) dari kantungnya,
"Yah.. Patah.."
Kami mencari cara untuk mengeringkan dan menyambung rokok yang kehujanan.
Kemudian hujan badai berhenti.
Timbul inisiatif dari partner saya,
"Ambil rokok yang tadi ah!"
Rokok yang ketinggalan di taman tadi diambilnya.
Bentuknya?
Naas.
Basah, hitam, dikejauhan seperti Djarum Black. Begitu deket kaya ranting pohon. Benar-benar tidak seperti rokok.
Kita melakukan pengeringan instan seadanya (lagi) terhadap rokok yang ketinggalan itu.
Begitu dihisap.
Crooooot..
"Kok air?"
Alternatif jika ingin merokok tapi dahaga, rendam rokok secukupnya.
Sebatang Filter menjadi Djarum Black.
Ngerti gak?
Ceritanya begini. Disuatu sore menjelang malam, saya kelaparan. Makan apa ya? Akhirnya nasi goreng. Saya dan partner saya yang sedang duduk di taman akhirnya pergi mencari tukang nasi goreng. Sesampainya ditukang nasi goreng partner saya bertanya,
"Rokok mana?"
"Enggak tau"
Setelah sibuk mencari rokok yang hilang, akhrinya terungkap bahwa rokok ketinggalan di taman. Partner saya terpaksa membeli rokok lagi.
Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk pulang (kerumah saya). Tapi cuaca agak gerimis. Ah, rumah deket ini, sikat!
Diperjalanan.
Kok deres ya?
Kami yang dimotor kalang kabut.
Partner saya menepikan motor dpinggir jalan yang sama sekali tidak terlihat seperti tempat berteduh.
Saya yang sedang dibonceng mengoyak-oyak badannya, panik,
"Woy, jalan!"
"Bentar, ini kemana?"
"Neduh, neduh"
"Dimana?"
"Taman!"
Kami berteduh di taman.
Dan setelah kami sadari.
Ini hujan badai.
Partner saya mengeluarkan rokok (yang dibeli lagi tadi) dari kantungnya,
"Yah.. Patah.."
Kami mencari cara untuk mengeringkan dan menyambung rokok yang kehujanan.
Kemudian hujan badai berhenti.
Timbul inisiatif dari partner saya,
"Ambil rokok yang tadi ah!"
Rokok yang ketinggalan di taman tadi diambilnya.
Bentuknya?
Naas.
Basah, hitam, dikejauhan seperti Djarum Black. Begitu deket kaya ranting pohon. Benar-benar tidak seperti rokok.
Kita melakukan pengeringan instan seadanya (lagi) terhadap rokok yang ketinggalan itu.
Begitu dihisap.
Crooooot..
"Kok air?"
Alternatif jika ingin merokok tapi dahaga, rendam rokok secukupnya.
Monday, April 27, 2009
Sebelumnya, gue emang sering denger nama dan lagunya. Karena emang lagi booming.
Tadinya gue pikir, ah paling badannya gede kaya preman lebak bulus. Brewoknya kriting gak kaya Dave Grohl.
Sebentar, perlu diketahui saya ini sedang mengandung anak dari David Eric Grohl. Jadi tolong, jangan mengganggu hubungan kami.
Lanjut.
Gue pikir, gayanya pasti seperti pedangdut menjijikan. Ternyata pas gue liat ditelevisi,

Ini mah! Mantan lu juga kalah!
Gue juga bingung atas dasar apa gue buat perbandingan sama mantan lu.
Tadinya gue pikir, ah paling badannya gede kaya preman lebak bulus. Brewoknya kriting gak kaya Dave Grohl.
Sebentar, perlu diketahui saya ini sedang mengandung anak dari David Eric Grohl. Jadi tolong, jangan mengganggu hubungan kami.
Lanjut.
Gue pikir, gayanya pasti seperti pedangdut menjijikan. Ternyata pas gue liat ditelevisi,

Ini mah! Mantan lu juga kalah!
Gue juga bingung atas dasar apa gue buat perbandingan sama mantan lu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
